KATA – KATA MOTIVASI LUAR BIASA

1) Menggenggam Dunia

Dunia itu sangat kejam,selalu dipenuhi oleh lautan manusia yang buas, saling menguasai dan saling memangsa satu sama lain.

Jika kita lunak terhadap dunia maka ia akan keras terhadap kita, sebaliknya jika kita keras terhadapnya maka duniapun tunduk dengan kita.

Untuk itu jangan biarkan dunia mempermainkan kita dan bila kita ingin meletakan dunia dalam tangan kita maka kita

harus terus menggalipotensi diri dan tidak menjadi pribadi yang lembek, berpikir kedepan dan positif serta terus belajar tanpa takut akan kesalahan dalam suatu proses menuju kesuksesan.

2) Meningkatkan Kualitas Hidup

Banyak manusia takut mati pada usia muda. Padahal manusia itu sendiri tahu bahwa kematian itu tidak bisa dihindari dan tidak mengenal tua dan muda dan merekapun setiap saat hidup dalam ketakutan.

Sesungguhnya yang harus kita hindari adalah bahwa berapa lama kita hidup di Dunia tidaklah terlalu penting, hidup lebih penting secara kualitas daripada kuantitas, bila kita mampu berbuat sesuatu yang berguna bagi kita sendiri dan orang lain dalam setiap sudut kehidupan meskipun singkat tetaplah jadi berarti daripada hidup selamanya tanpa berbuat apa – apa.

3) Pengubah Hidup

Didalam sebuah kehidupan tidak pernah berjalan ditempat, ia selalu bergerak dinamis dalam setiap detik, dan hanya sedetik saja kita lengah maka kita akan tertinggal. Agar kita bisa mampu mengimbangi dinamika kehidupan maka kita harus selalu memperbaharui kehidupan kita setiap saat, termasuk kita harus mengubah kehidupan kita sendiri bila itu diperlukan.

Didalam hidup tidak ada cara lain, selain harus bisa menyesuaikan pergerakan hidup dan kehidupan zaman tidak akan pernah menyesuaikan kehidupan makhluk hidup yang ada dalamnya.

Selalu memperkaya pengetahuan niscaya kita tidak akan ketinggalan dalam setiap sudut kehidupan. - kata

4) Penginspirasi Hidup

Hidup itu butuh pedoman dan hidup pun butuh ilham. Untuk itu begitu kita telah menetukan target hidup maka kitapun harus segera menebarkan pandangan untuk mencari segala sesuatu yang dapat menjadi inspirasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Sang inspirator adalah motor penggerak langkah dan pengingat setiap kali kita lalai dalam setiap menjalankan hidup.

5) Mewujudkan Impian

Setiap kesuksesan selalu diawali dengan impian, untuk itu menjadi manusia harus berani bermimpi. Dan bermimpilah setinggi – tingginya, setelah bermimpi segeralah menggerakkan kedua tangan dan kaki untuk menggapainya.

Jangan takut impian kita tidak tercapai, asal ada tekad dan kemauan maka kita sudah mendapatkan setengah dari impian kita.

6) Menciptakan Mental Juara

Tidak ada gunanya kita menjadi yang terbaik tetapi kita tidak mampumenerimanya dengan baik.

Setiap keberhasilan yang didapat harus selalu disertai dengan kemampuan untuk menyikapi keberhasilan itu. Jangan sampai kesuksesan membuat kita menjadi manusia yang picik, sebaliknya dengan kesuksesan harus selalu membuat hati kita terjaga, tetap fitrah pada sifat dasar manusia yang sesungguhnya.

Seorang juara tidak ada yang mampu mengubah dirinya dan kesuksesan pun tidak lebih dari sesuatu yang harus terus dibagi dengan orang lain untuk terus mempertahankan keberhasilan itu sendiri.

7) Menaklukan Ketakutan

Sesungguhnya ketakutan-ketakutan yang ada dalam diri kita adalah hasil imajinasi kita sendiri. Kita sering melebih – lebihkan sesuatu yang belum tentu sesuai dengan realita.

Dan seharusnya ketakutan itu tidak mendasar dan tidak boleh hinggap dihati kita. Hadapi sesuatu dengan arif niscaya hidup kita akan terbebas dari rasa takut.

Berpikir yang baik, berbicara yang baik dan berbuat yang terbaik akan membuat hidup akan menjadi baik.

8) Pencetus Ide

Yang paling bernilai dari satu hasil karya bukanlah terletak pada fisik karya tersebut, tetapi terletak pada ide awalnya.

Dan ide itu terlahirpun tidak dengan begutu saja. Ada sejumlah proses yang dilalui. Mulai dari suatu khayalan atau impian untuk melahirkan sesuatu yang belum ada atau menyempurnakan satu karya yang memang sudah ada agar memiliki nilai tambah yang lebih. Selain itu ada juga sejumlah kesalahan yang mewarnai hingga ide itu benar – benar bisa teraplikasi sesuai yang diinginkan. Jadi untuk menciptakan satu karya yang benar dan berguna merupakan hasil dari setiap perbaikan – perbaikan dari setiap kesalahan.

9) Pembentuk Watak

Mengubah watak seseorang itu lebih sulit daripada meruntuhkan sebuah gunung yang menjulang karena watak yang terbentuk tidak jadi dalam waktu yang singkat melainkan suatu perjalanan yang panjang.

Baik watak baik maupun buruk tanpa kita sadari bisa terbentuk. Berawalk dari satu kebiasaan yang lama – lama akan mengakar pada diri seseorang dan akhirnya berubah menjadi suatu watak.

Watak baikpun harus selalu dipelihara karena kalau tidak, lama kelamaan kebiasaan buruk yang ada pada diri kita akan menggantikannya menjadi watak yang buruk

10) Meraih Keberhasilan

Keberhasilan merupakan bonus dari satu pekerjaan yang dilakukan dengan baik untuk itu berpikirlah untuk melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin dan jangan pernah memikirkan keberhasilan itu sendiri.

Dan keberhasilanpun tidak identik dengan kemenangan. Ada keberhasilan yang jauh lebih besar dari sekedar kemenangan yaitu mampu menerima kekalahan dengan lapang dada dan jiwa besar. Dan orang – orang yang mampu melakukannya sesungguhnya merekalah orang – orang yang besar.


11) Menjemput Masa Depan

Banyak orang hari ini masih duduk merenungi masa lalu yang buruk, banyak orang pula hari ini terus memikirkan masa depan yang akan datang.

Mereka adalah orang – orang yang malas dan bodoh. Sesungguhnya masa depan, semua dimulai dari hari ini dan untuk meraih masa depan yang cemerlang tidak cukup hari ini hanya diisi dengan sebuah perenungan atau pikiran tetapi yang dibutuhkan hari ini adalah sebuah tindakan nyata, karena ada sebuah masa depan, semua dimulai dari hari ini.

12) Pembangkit Semangat.

Sering kali orang memulai satu pekerjaan dengan semangat yang berapi – api tapi tidak lama kemudian semangat itu pun padam. Dan hal itu tidak boleh terjadi karena semangat yang menyala dapat meruntuhkan rintangan – rintangan yang menghadang dalam setiap usaha.

Semangat harus tetap dipelihara untuk melangkah sampai pada titik akhir dan kitapun harus terus memotivasi diri untuk membangkitkan kekuatan dasyat yang tersimpan dalam setiap manusia.

13) Menjadi Pemenang

Setiap manusia pasti menginginkan suatu kemenangan. Namun kemenangan apa yang kamu harapkan?

Kemenangan baru dapat dikatakan sebagai kemenangan sejati apabila kita mampu menjadiklan keberhasilan sebagai satu tanggung jawab baru dan menerima kegagalan secara satria.

Dan seorang pemenangpun tidak boleh takut dengan kegagalan tetapi ia harus mampu menjadikan kegagalan sebagai cermin untuk melangkah kearah yang lebih baik.

14) Jalan Menuju Sukses

Jalan menuju sukses tentunya tidak semulus jalan yang dapat membawa kita ke jurang kehancuran untuk itu kita harus pandai – pandai untuk menjalaninya. Banyak onak dan duri yang dapat menghentikan setiap langkah kita. Jalan pelan – pelan jangan sampai kaki kita tertusuk olehnya, kalaupun sudah tertusuk jangan pernah berhenti untuk terus berjalan. Setiap kali kita mampu melewatinya berarti semakin dekat kita sampai pada pintu kesuksesan. Dan sermakin banyak kepahitan yang kita alami peluang kesuksesan yang kita raihpun kian besar.

15) Lentera Kebahagiaan

Banyak sekali orang mencari kebahagiaan kemana – mana dan tetap tidak bisa mendapatkannya. Padahal kita bisa menyalahkan lentera kebahagiaan yang ada pada diri kita.

Tidaklah usah kita mencari kebahagiaan namun ciptakan kebahagiaan itu sendiri dan kebahagiaan tidak tergantung dimana dan apa yang kita miliki, tetapi ia murni ada pada pikiran dan hati kita.

Jika kita tidak bahagia pada satu tempat sudah dipastikan kitapun tidak akan bahagia pada tempat yang lain. Untuk itu janganlah melakukan pekerjaan yang sia – sia untuk mencari kebahagiaan untuk diri kita sendiri. Dan tidak ada satupun orang lain yang bisa membuat kita bahagia selain diri kita sendiri.

16) Selalu Terdepan

Ada sebagian orang memulai dengan lari sekencang – kencangnya dengan satu ambisi yang membabi buta untuk menjadi yang terdepan tetapi tidak lama kemudian ia ambrukl di tengah jalan kerena kelelahan.

Ada juga sebagaian orang memulai lari dengan kecepatan seperlunya sambil terus menjaga stamina agar bisa sampi di garis finis dengan selamat. Dan mereka ini adalah orang – orang yang tidak berambisi untuk mengalahkan siapapun. Yang ada pada benaknya adalah bagaimana dirinya mampu sampi ke tempat tujuan dan tidak berhenti ditengah jalan. Karena orang – orang seperti mereka ini paham satu perjalanan sangatlah panjang dan tidak berhenti pada satu garis finish saja. Satu titik telah tercapai ada titik – titik lain yang harus dicapai yang telah menanti didepan.

17) Pengambil Keputusan Yang Hebat

Seringkali manusia dihadapkan dalam memutuskan sesuatu dalam waktu yang sangat sempit. Manusia itu tidak punya banyak waktu untuk menimbang. Dan jika situasi yang dihadapi seperti itu maka yang perlu dilakukan adalah berusaha setenang mungkin dan pikiran harus tetap jernih, menggunakan logika dan nurani lalu memantapkan hati untuk putuskan apapun itu.

Ketika sesuatu diputuskan tidak serta merta tanggung jawab sang pengambil keputusan menjadi kurang tetapi ia juga harus mempersiapkan diri untuk menerima konsekwensi dari apa yang ia putuskan.

Mengambil keputusan adalah memilih resiko yang paling minimal dan mencari hasil yang maksimal.

18) Menaklukan Masa – masa Sulit

Tidak ada makhluk dimuka bumi yang terlepas dari pasang surutnya kehidupan. Bila kita sanggup tertawa untuk setiap menerima setiap kemenangan, lalu bagai mana dengan masa – masa sulit yang menghampiri kita? Jangan menyerah karena itu merupakan bagian hidup yang harus kita lakukan.

Semakin piawai kita mengatasi setiap kesulitan semakin meningkat pula kualitas hidup kita.

19) Menjual Dengan Sukses

Jika kita menjual sekali lalu orang membeli itu belum termasuk sukses dalam menjual, sebab mungkin karena orang tersebut memang lagi membutuhkan apa yang kita jual.

Jika kita mejual berkali – kali pada orang yang sama dan ditolak hingga akhirnya ia membeli itu baru seorang penjual yang sukses. Karena ia menolalk membeli berkali – kali bisa saja karena ia tidak membutuhkan apa yang kita jual karena seni menjual kita yang baik akhirnya mempu mempengaruhi orang itu untuk membeli.

Didalam menjual bagus tidaknya satu barang tidaklah memegang peranan seratus persen, semua tetap tergantung pada seni penjualan. Barang yang biasa – biasa saja akan menajadi luar biasa jika kita mengerti seni menjual.

20) Memutar Arah Hidup

Bila kita merasakan hidup yang kita jalani tidak sesuai dengan keinginan hati kita maka segeralah memutar arah.

Jangan takut keadaan yang akan datang yang belum terlihat jelas, karena justru itu adalah satu peluang untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Namun dalam mengubah hidup, kita pun harus cerdik jangan sampai mengorbankan yang besar mendapatkan yang kecil seperti pepatah “Mengharapkan burung yang terbang, burung ditang an dilepaskan” untuk itu kita membutuhkan satu perhitungan yang matang untuk memutuskan guna memutar arah hidup.

21) Menjadi Pemimpin Yang Tangguh

Sanggupkah anda mengatakan bahwa suatu keberhasilan adalah berkat usaha anak anda dan setiap kegagalan adalah mutlak kesalahan anda sendiri. Bila anda sanggup melakukan anda sudah layak dikatakan sebagai pemimpin yang tangguh?

Dan bagi seorang pemimpin yang tangguh itu, ia pun tidak mengenal hambatan, karena baginya selalu ada peluang untuk menjadi pemenang.

22) Cinta dan Kebahagiaan

Cinta akan membawa kebahagiaan bagi siapa saja yang mampu mengungkap tabir dibalik cinta itu sendiri.

Sesungguhnya cinta itu sangat sederhana, sesederhana kata cinta itu sendiri. Bila kita mencintai seseorang banar – benar karena cinta dan tidak mengharapkan apa – apa serta bila kita mampu mencintai seseorang apa adanya tanpa mengharapkan niscaya akan bahagia.

23) Ketulusan dan Persahabatan

Persahabatan harus didasari dengan ketulusan, karena tanpa ketulusan persahabatan itu tidak mungkin ada.

Seorang sahabat baru menampakan wujudnya di saat kita benar – benar tidak berdaya, disaat semua orang akan pergi meninggalkan kita. Dan persahabatan pun tidak bisa dinilai dengan apapun karena ia terlahir dari sebuah ketulusan dan manusia yang saling mengerti dan saling percaya.

24) Harapan dan Kesuksesan

Jika manusia hidup tanpa harapan ia tidak bedanya dengan benda mati. Tanpa ada harapan seseorang tidak akan sukses.

Apabila harapan itu adalah semu maka kesuksesan adalah perwujudan yang menjadi nyata. Dan semakin tinggi harapan seseorang maka peluang seseorang untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi pun lebih terbuka karena dengan ada harapan maka tercipta semangat untuk mencapai kesuksesan dan semua kesuksesan berawal dari sebuah harapan.

25) Mennjadi Manusia Yang Berlapang Dada

Tidak ada seseorang pun yang hidupnya menderita bila ia mampu berlapang dada. Berpikir dan berjiwa besar, milihat sesuatu selalu dari segi positifnya membuat seseorang semakin terlatih nuraninya.

Manusia yang berlapang dada tidak pernah menyalahkan apapun, baginya setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Mampu tersenyum dalam keterpurukan dan merasakan alam sekitarnya masih tetap bersahabat dengannya.

Tidak ada yang mampu membuatnya dengki, keberhasilan orang lain pun dianggap sebagai satu anugrah baginya.

26) MAKNA HIDUP

Hidup adalah perjalanan
akan ada akhirnya di ujung sana
banyak jalan yang harus dilalui
terkadang lurus, kadang berliku
berhati-hatilah dalam berjalan
jangan sampai kau tergelincir
perhatikan setiap langkahmu
awasi sekelilingmu

Hidup adalah belajar
belajar dari pengalaman
belajar memahami alam semesta
belajar mengikuti pertanda zaman
belajar dari setiap detik yang kau lalui
belajar dari setiap inch yang kau jalani
Kadang pelajaran itu terasa manis, kadang pahit
namun dari sanalah kita belajar

Hidup adalah pilihan
ke arah mana kita melaju
ke titik mana kita menuju
buka matamu lebih jelas
dengarkan lebih jernih
gunakan hati dan akalmu
ambil pilihan yang kau yakini
jalani dengan sepenuh hati

Hidup adalah ujian
setiap saat dipenuhi pertanyaan
terkadang sulit, kadang mudah
carilah jawaban yang memuaskan akal
yang menentramkan hati
dan sesuai dengan fitrah
karena jawaban itu yang menentukan jalan hidupmu

Hidup adalah kalimat
suatu saat akan menemui titik yang mengakhirinya
ukirlah kata-kata manis dalam kalimat kehidupanmu
rangkailah ia dengan huruf-huruf indahmu
hingga tersusun kalimat dengan akhir yang sempurna

Hidup adalah puisi
setiap baitnya penuh makna
setiap barisnya penuh irama
maka ciptakanlah puisi terindah yang pernah ada

———————————————————————————————–

Life is a stopping place,
A pause in what’s to be,
A resting place along the road,
to sweet eternity

MODUL DAN PERANGKAT AL QUR'AN HADIS KELAS VII MTS

Bagi rekan-rekan guru senasib dan seperjuangan yang kepengen modul al Qur'an Hadis MTs Kelas VII ,dapat mendownload disini. bisa juga download RPP, SILABUS, PROTAH, RPE al Qur'an Hadis kelas VII MTs disini

IMAM SYAFI'I

Sejak umur 7 tahun ia sudah hafal Al Qur’an, umur 15 tahun sudah mendapatkan rekomendasi mengeluarkan fatwa, menghafal Al Muwaththa karya imam Malik lengkap dengan sanadnya dalam 9 malam. Orang yang pertama kali merumuskan kaidah usul fiqih, membuat 1000 kesimpulan hukum lengkap dengan dalilnya dalam semalam. Membaca buku halaman sebelahnya harus ditutup karena jika sempat terlihat maka akan terhafalkan. Ketika didekte, sebelum gurunya membacakan ulang semua ia sudah hafal. Dialah Imam Syafi’i salah satu Imam yang terkenal.

But pernah suatu hari ia sedang belajar, lagi nyetor hafalan, wah ternyata tidak biasanya hafalnnya tersendat. Maka gurunya mengatakan. Syafi’i ada apa, kok gak biasanya ? Imam menjawab “ Iya ih, nggak tahu! Kenapa yah? Sang guru mengatakan ,” emangnya pernah terjadi apa ? Imam menjawab “Kemarin saya lagi sedang duduk di depan rumah, seketika itu ada seorang wanita lewat tumitnya tersingkap oleh angin.” Tegas gurunya berujar “Ilmu adalah cahaya dan cahaya takkan bisa masuk karena kemaksiatan”.

HISAB DAN RUKYAH


HISAB DAN RUKYAH

Ru’yah menurut bahasa artinya melihat. Di dalam ilmu fiqih kata-kata rukyah lazim disertai dengan kata hilal sehingga menjadi rukyat hilal yang berarti melihat bulan. Rukyat dimaksudkan untuk menentukan awal Ramadhan dan tanggal 1 Syawal

Nabi muhammad SAW bersabda

اذا رايتم الهلال فصوموا واذا رايتموه فافطروا فان غم عليكم فصومو ثلاثين يوما
(روه مسلم)


“Bila kamu sekalian melihat hilal maka berpuasalah, dan bila kamu sekalian melihat hilal maka berbukalah. Bila tertutup awan atasmu, maka berpuasalah 30 hari” (HR Muslim)

فصوموا لرؤيته وافطروا لرؤيته فان اغمي عليكم فاقدروا له ثلاثين (روه مسلم)


“Berpuasalah kamu sekalian karena melihat hilal dan berbukalah kamu sekalian karena melihat hilal. Bila hilal tertutup atasmu maka pastikanlah ia 30 hari” (HR Muslim)

Hisab menurut bahasa adalah perhitungan. Para ulama menaruh perhatian pada teori hisab dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan, waktu shalat, arah kiblat dan gerhana bulan maupun gerhana matahari

Nabi muhammad SAW bersabda


عن ابن عمرعن رسول الله عليه وسلم قال اذارايتمو فصوموا واذا رايتموه فافطروا فان غم عليكم فقدروله (رواه البخاري ومسلم والنسائى وابن ماجه)

“Dari Ibnu Umar, dari rasulullah SAW sabdanya : Apabila kamu melihat bulan Ramadhan, hendaklah kamu berpuasa, dan apabila kamu melihat bulan syawal hendaklah kamu berbuka. Maka jika tertutup antara kamu dan tempat terbit bulan, maka hendaklah kamu kira-kirakan bulan itu.” (HR Bukhari Muslim Nasai dan Ibnu Majah)
Kata beberapa ulama, di antaranya Ibnu Syuraidi Mutarrif dan Ibnu Qutaibah, bahwa yang dimaksud dengan kira-kira ialah dihitung dengan hitungan ilmu Falak (ilmu bintang).
Firman Allah SWT QS Yunus: 5

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui.”

Disamping itu ilmu Hisab telah banyak digunakan oleh umat Islam dalam menentukan waktu shalat lima waktu dalam bentuk jadwal shalat abadi yang disusun oleh para ahli hisab. Agama Islam telah menentukan waktu satu persatu dari shalat lima waktu sesuai dengan perubahan Alam yang diakibatkan perjalanan matahari tiap-tiap tahun seperti Shalat subuh ketika terbitnya fajar dll, dengan kemajuan ilmu pengetahuan maka para ulama ahli hisab dapat menyesuaikan waktu Shalat dengan jam yang dipakai oleh masyarakat (WIB) guna mempermudah untuk melakukan amalan ibadah shalat lima waktu.
Dengan adanya ilmu hisab ini para umat Islam tidak perlu repot-repot melihat matahari (“rukyah”) ketika akan menentukan waktu shalat tetapi cukup dengan melihat jadwal shalat (“hisab”) yang telah disusun oleh para ahli ilmu Falak.
Dengan uraian di atas maka sebagian ulama membolehkan penentuan awal bulan dengan menggunkan hisab dengan alasan, keduanya (Puasa dan Shalat) adalah sama-sama waktu ibadah, keduanya (Puasa dan Shalat) juga dihitung dengan ilmu falak yang sama-sama bertujuan untuk mencari persesuaian dengan waktu yang ditentukan oleh syara’

Oleh karena alasan-alasan di atas maka para ulama’ ahli fiqih sepakat bahwa untuk memastikan hari pertama dan terakhir bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melalui rukyah dan melalui hisab. Hal ini di karenakan kedua metode ini mempunyai dasar yang kuat dan didukung dengan dalil yang sama-sama shahih.

PRO DAN KONTRA PENGGUNAAN ILMU HISAB

A. PRO HISAB

Hisab menurut bahasa adalah perhitungan. Para ulama menaruh perhatian pada teori hisab dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan, waktu shalat, arah kiblat dan gerhana bulan maupun gerhana matahari

Nabi muhammad SAW bersabda

عن ابن عمرعن رسول الله عليه وسلم قال اذارايتمو فصوموا واذا رايتموه فافطروا فان غم عليكم فقدروله (رواه البخاري ومسلم والنسائى وابن ماجه)

Dari Ibnu Umar, dari rasulullah SAW sabdanya : Apabila kamu melihat bulan Ramadhan, hendaklah kamu berpuasa, dan apabila kamu melihat bulan syawal hendaklah kamu berbuka. Maka jika tertutup antara kamu dan tempat terbit bulan, maka hendaklah kamu kira-kirakan bulan itu.” (HR Bukhari Muslim Nasai dan Ibnu Majah)

Kata beberapa ulama, di antaranya Ibnu Syuraidi Mutarrif dan Ibnu Qutaibah, bahwa yang dimaksud dengan kira-kira ialah dihitung dengan hitungan ilmu Falak (ilmu bintang).[1]

Firman Allah SWT QS Yunus: 5

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui.”

Disamping itu ilmu Hisab telah banyak digunakan oleh umat Islam dalam menentukan waktu shalat lima waktu dalam bentuk jadwal shalat abadi yang disusun oleh para ahli hisab. Agama Islam telah menentukan waktu satu persatu dari shalat lima waktu sesuai dengan perubahan Alam yang diakibatkan perjalanan matahari tiap-tiap tahun seperti Shalat subuh ketika terbitnya fajar dll, dengan kemajuan ilmu pengetahuan maka para ulama ahli hisab dapat menyesuaikan waktu Shalat dengan jam yang dipakai oleh masyarakat (WIB) guna mempermudah untuk melakukan amalan ibadah shalat lima waktu.

Dengan adanya ilmu hisab ini para umat Islam tidak perlu repot-repot melihat matahari (“rukyah”) ketika akan menentukan waktu shalat tetapi cukup dengan melihat jadwal shalat (“hisab”) yang telah disusun oleh para ahli ilmu Falak.

Dengan uraian di atas maka sebagian ulama membolehkan penentuan awal bulan dengan menggunkan hisab dengan alasan, keduanya (Puasa dan Shalat) adalah sama-sama waktu ibadah, keduanya (Puasa dan Shalat) juga dihitung dengan ilmu falak yang sama-sama bertujuan untuk mencari persesuaian dengan waktu yang ditentukan oleh syara’

Oleh karena alasan-alasan di atas maka para ulama’ ahli fiqih sepakat bahwa untuk memastikan hari pertama dan terakhir bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melalui rukyah dan melalui hisab.[2] Hal ini di karenakan kedua metode ini mempunyai dasar yang kuat dan didukung dengan dalil yang sama-sama shahih.

B. KONTRA HISAB

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan bimbingan dalam menentukan awal bulan Hijriyyah dalam hadits-haditsnya, di antaranya, yang berarti: “Dari Ibnu ‘Umar, bahwa Rasululloh Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan Romadhon, maka beliau mengatakan: ‘Janganlah kalian berpuasa sehingga kalian melihat hilal dan janganlah kalian berbuka (berhenti puasa dengan masuknya syawwal, -pent.) sehingga kalian melihatnya. Bila kalian tertutup oleh awan maka hitunglah’.” (HR: Al-Bukhari dan Muslim, Hadits Shohih)

Dan hadits yang semacam ini cukup banyak, baik dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim maupun yang lain. Kata-kata فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ (Bila kalian tertutup oleh awan maka hitunglah) menurut mayoritas ulama bermadzhab Hanbali, ini dimaksudkan untuk membedakan antara kondisi cerah dengan berawan. Sehingga didasarkannya hukum pada penglihatan hilal adalah ketika cuaca cerah, adapun mendung maka memiliki hukum yang lain. Menurut jumhur (mayoritas) ulama, artinya: “Lihatlah awal bulan dan genapkanlah menjadi 30 (hari)."

Adapun yang menguatkan penafsiran semacam ini adalah riwayat lain yang menegaskan apa yang sesungguhnya dimaksud. Yaitu sabda Nabi yang telah lalu (maka sempurnakan jumlah menjadi 30) dan riwayat yang semakna. Yang paling utama untuk menafsirkan hadits adalah dengan hadits juga. Bahkan Ad-Daruquthni meriwayatkan (hadits) serta menshahihkannya, juga Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dari hadits Aisyah, yang artinya: “Dahulu Rasululloh sangat menjaga Sya’ban, tidak sebagaimana pada bulan lainnya. Kemudian beliau puasa karena ru`yah bulan Romadhon. Jika tertutup awan, beliau menghitung (menggenapkan) 30 hari untuk selanjutnya berpuasa.” (Dinukil dari Fathul Bari karya Ibnu Hajar)

Oleh karenanya, penggunaan hisab bertentangan dengan Sunnah Nabi dan bertolak belakang dengan kemudahan yang diberikan oleh Islam.

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Al-Lajnah Ad-Da`imah atau Dewan Fatwa dan Riset Ilmiah Saudi Arabia: Apakah boleh bagi seorang muslim untuk mendasarkan penentuan awal dan akhir puasa pada hisab ilmu falak, ataukah harus dengan ru`yah (melihat) hilal?

Jawabannya: …Alloh Subhanahu wa Ta'ala tidak membebani kita dalam menentukan awal bulan Qomariyah dengan sesuatu yang hanya diketahui segelintir orang, yaitu ilmu perbintangan atau hisab falak.

Padahal nash-nash Al-Kitab dan As-Sunnah yang ada telah menjelaskan, yaitu menjadikan ru`yah hilal dan menyaksikannya sebagai tanda awal puasa kaum muslimin di bulan Romadhon dan berbuka dengan melihat hilal Syawwal. Demikian juga dalam menetapkan Iedul Adha dan hari Arafah. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: “…Maka barangsiapa di antara kalian menyaksikan bulan hendaknya berpuasa.” (QS: Al-Baqarah: 185)

Dan Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: “Mereka bertanya tentang hilal-hilal. Katakanlah, itu adalah waktu-waktu untuk manusia dan untuk haji.” (QS: Al-Baqarah: 189)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Jika kalian melihatnya, maka puasalah kalian. Jika kalian melihatnya maka berbukalah kalian. Namun jika kalian terhalangi awan, sempurnakanlah menjadi 30.”

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan tetapnya (awal) puasa dengan melihat hilal bulan Ramadhan dan berbuka (mengakihiri Romadhon) dengan melihat hilal Syawwal. Sama sekali Nabi tidak mengaitkannya dengan hisab bintang-bintang dan orbitnya (termasuk rembulan, -pent.). Yang demikian ini diamalkan sejak zaman Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, para Khulafa` Ar-Rasyidin, empat imam, dan tiga kurun yang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam persaksikan keutamaan dan kebaikannya.

Oleh karena itu, menetapkan bulan-bulan Qomariyyah dengan merujuk ilmu bintang dalam memulai awal dan akhir ibadah tanpa ru`yah adalah bid’ah, yang tidak mengandung kebaikan serta tidak ada landasannya dalam syariat….” (Fatwa ini ditandatangani oleh Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi, Asy-Syaikh Abdullah bin Mani’, dan Asy-Syaikh Abdullah bin Ghudayyan. Lihat Fatawa Ramadhan, 1/61)

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu berkata: “Tentang hisab, tidak boleh beramal dengannya dan bersandar padanya.” (Fatawa Ramadhan, 1/62)

Tanya: Sebagian kaum muslimin di sejumlah negara, sengaja berpuasa tanpa menyandarkan pada ru`yah hilal dan merasa cukup dengan kalender. Apa hukumnya?
Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz menjawab: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kaum muslimin untuk (mereka berpuasa karena melihat hilal dan berbuka karena melihat hilal maka jika mereka tertutup olah awan hendaknya menyempurnakan jumlahnya menjadi 30) -Muttafaqun alaihi-

Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Kami adalah umat yang ummi, tidak menulis dan tidak menghitung. Bulan itu adalah demikian, demikian, dan demikian.” –beliau menggenggam ibu jarinya pada ketiga kalinya dan mengatakan–: “Bulan itu begini, begini, dan begini –serta mengisyaratkan dengan seluruh jemarinya–Beliau maksudkan dengan itu bahwa bulan itu bisa 29 atau 30 (hari). Dan telah disebutkan pula dalam Shahih Al-Bukhari dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Puasalah kalian karena melihatnya dan berbukalah karena melihatnya. Jika kalian tertutupi awan hendaknya menyempurnakan Sya’ban menjadi 30 (hari).”

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda, yang artinya: “Jangan kalian berpuasa sehingga melihat hilal atau menyempurnakan jumlah. Dan jangan kalian berbuka sehingga melihat hilal atau menyempurnakan jumlah.”

Masih banyak hadits-hadits dalam bab ini. Semuanya menunjukkan wajibnya beramal dengan ru`yah, atau menggenapkannya jika tidak memungkinkan ru`yah. Ini sekaligus menjelaskan tidak bolehnya bertumpu pada hisab dalam masalah tersebut.

Ibnu Taimiyyah telah menyebutkan ijma’ para ulama tentang larangan bersandar pada hisab dalam menentukan hilal-hilal. Dan inilah yang benar, tidak diragukan lagi. Alloh Subhanahu wa Ta'ala-lah yang memberi taufiq. (Fatawa Shiyam, hal. 5-6)



[1] Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, (Jakarta: Attahiriyah 1976), hlm. 219

[2] Dewan redaksi. Insiklopedi Islam, Jil.IV, (Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994 ), Hlm. 180